maLuLupa - Situs gratis milik bersama yang menjadi wadah serta ruang bagi siapa saja yang ingin berbagi inspirasi, kreativitas, promosi juga berekspresi secara bebas dan tanpa biaya, namun tetap mengedepankan tatacara yang baik serta tidak mengganggu kenyamanan bersama! Berhubung situs masih dalam proses pengembangan, terdapat beberapa halaman yang belum bisa diakses dengan sempurna, silahkan update halaman kami di lain waktu, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi ❏. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi ❏. Tampilkan semua postingan
Admin

Tokoh Inspiratif

By  

Kumpulan kisah-kisah Tokoh inspiratif yang ada di Indonesia juga di seluruh dunia. Dirangkum di maLuLupa dari para pengunjung yang membagikan pada situs ini. Semoga menjadi inspirasi dan menambah wawasan kita bersama.





Bagikan kisah Tokoh inspiratif Anda disini


Lihat Rekam Jejak 
Dari Pengunjung

Read More
Admin

Menerima dan Berterimakasih


Dengan menyebut nama-Nya yang maha pengasih maha penyayang.


"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang maha hidup, Yang terus menerus mengurus (Makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. (Kursi-Nya) meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha tinggi, Maha besar."
Q.S-Al-Baqarah 255



Banyak hal yang sudah terjadi di kehidupan kita. Berbagai kisah dan kejadian di masa lalu yang sebagian atau bahkan seluruhnya masih tersimpan dengan baik dalam ingatan kita. 

Baik itu kisah  indah yang menjadi inspirasi dan motivasi maupun kisah buruk yang menyakitkan. 

Beberapa dari kita ada yang memilih untuk menjadikan apapun pengalaman dimasa lalu khususnya pengalaman buruk sebagai pembelajaran yang sangat berguna untuk melangkah ke masa depan. 

Namun tidak sedikit juga yang masih terus mengingat dan sulit untuk melupakan pengalaman buruk yang telah menimpa dimasa lalu. 


Hal ini memang tidak bisa juga disalahkan, karena memang sistem kerja pikiran kita yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh yang maha kuasa. 

Dimana saat kejadian yang melibatkan luapan emosi yang cukup besar, baik itu pengalaman yang indah maupun pengalaman yang menyakitkan, terdapat fungsi dari bagian otak kita yang secara otomatis akan menyimpan rapi dan sangat baik di dalam ingatan seseorang yang jangka waktu penyimpanannya tidak bisa ditentukan. 

Sampai-sampai tidak terlalu mudah untuk mendapatkan tombol penghapusnya. Dan yang paling menyedihkan, rekaman ingatan buruk yang tersimpan itu akan selalu siap memutar kembali secara otomatis saat kita berhadapan dengan kejadian-kejadian yang hampir sama dengan kejadian memilukan tersebut. 

Memang terdengar biasa, jika seseorang yang mengalami kejadian buruk yang dialaminya beberapa tahun atau bahkan berpuluh tahun yang lalu dan hingga saat ini belum bisa melupakan. 

Misal saja sebuah bencana kecelakaan, kehilangan orang yang disayangi, hasil projek pekerjaan yang gagal diraih dan lain sebagainya. 

Hal-hal semacam ini biasanya mengandung luapan emosi yang luar biasa. Saat bayangan kejadian tersebut kembali menghampiri kita, situasi emosi kita pun akan persis sama seolah kejadian tersebut sedang berlangsung. 

Hal yang kita kenal dengan kata trauma inilah jika kita biarkan dan pelihara terus menerus bisa sangat berdampak tidak baik pada kelangsungan hidup kita hari ini dan masa yang akan datang.


Kita menyadari bahwa persoalan ini bukanlah hal ringan dan bukanlah suatu hal yang mudah untuk diatasi. 

Namun walaupun begitu, bukan berarti tidak ada tombol penghapusnya. Dan untuk menemukan cara terbaik bagaimana kita dalam menyikapi juga menghadapi kondisi seperti ini bukanlah suatu hal yang mustahil untuk kita bahas pada kesempatan ini. 


Mari coba kita mulai, "mudah-mudahan Tuhan menuntun saya dan Anda untuk bisa menemukan cara terbaik" dalam menghadapi, menyikapi atau bahkan dalam menghilangkan berbagai macam pikiran buruk dan trauma buruk masa lalu kita yang mungkin sampai saat ini belum bisa lenyap dari ingatan.


Kembali ke awal paragraf tulisan ini, sengaja saya tulis di awal untuk mengingatkan saya juga Anda ternyata sebenarnya, tidak ada yang perlu kita khawatirkan, sesali, dan tidak ada yang perlu kita tangisi atas kejadian sepahit apapun yang telah terjadi pada diri kita. 


Mengapa? mari kita lihat kutipan di awal paragraf tulisan ini, pertama kali kita telah diberitahu bahwa ternyata kita sangat diperhatikan oleh Tuhan, zat yang maha luar biasa pemilik alam semesta ini. 

Yang terus menerus mengurusi kita, dan karena begitu sayangnya, Dia bahkan tidak mengantuk apalagi tertidur demi menjaga kita. Ya... demi saya, dan Anda. 

Dan bahkan lebih luas lagi, ternyata Dia tidak tidur karena begitu besar kasih sayang-Nya kepada semua makhluk yang diciptakan-Nya. 

Saya jadi teringat ketika kedua orang tua saya menceritakan masa-masa waktu saya baru dilahirkan, kedua orang tua saya hampir setiap malam bergantian untuk tidak tidur selama kurang lebih 2 bulan demi menjaga saya. 

Karena mungkin mengkhawatirkan kondisi saya yang masih bayi pada saat itu. 

Jika mengingat akan hal itu, saya merasa begitu luar biasanya kasih sayang mereka terhadap saya. 

Dan banyak lagi perasaan yang tidak bisa saya ungkapkan terkait kasih sayang mereka. 

Saya yakin Anda juga hampir sama dengan saya. Lalu bagaimana dengan Tuhan, yang sepanjang waktu tidak tidur untuk kita. Bagaimana menurut Anda?  

Kembali ke awal paragraf lagi, lalu kita diberi tahu, apapun yang kita miliki ternyata hanyalah sekedar titipan dari-Nya. 

Sesama kita juga tidak akan mampu untuk saling menolong tanpa ijin dari-Nya. 

Hal apapun yang sekarang telah kita ketahui ternyata adalah kehendak-Nya, bukan karena Anda seorang yang cerdas atau jenius. 

Dan semua kejadian yang diluar kemampuan kita ternyata memang sudah diatur-Nya. Kita hanya bertugas memilih cara terbaik untuk berusaha dalam hal yang baik pula. 



"Dia terus menerus 
mengurusi kita
dan karena begitu sayangnya 
Dia bahkan 
tidak mengantuk
apalagi tertidur 
demi menjaga kita"


Lalu, jika Tuhan sayang mengapa memberi hal-hal yang menyakitkan?

Berikut beberapa ilustrasi kejadian yang bisa kita soroti bersama: 

Yang pertama
saya yakin hampir semua dari kita pernah mengendarai sepeda. Sebagian besar dari kita yang sudah lancar bahkan mahir bersepeda pasti pernah menjajal rasa sakit ketika jatuh dari sepeda. Apalagi di waktu tahap belajar. 

Sepertinya mustahil jika ada orang yang sekarang lancar dalam mengendarai sebuah sepeda tapi mengaku tidak pernah merasakan sakitnya saat jatuh dari sepeda, dan jika memang benar-benar belum pernah jatuh, saya rasa tinggal menunggu waktu saja, walau rasa sakitnya akan relatif berbeda. 

Nah, kita yang saat ini lancar bahkan mahir bersepeda adalah golongan orang yang saat belajar bersepeda, tidak pernah menghiraukan rasa sakit dan terus mengulang berusaha sampai bisa. Dan akan berusaha semampunya agar tidak jatuh lagi. 

Namun berbeda dengan orang yang berlarut dalam rasa sakit dan membiarkan rasa takut akan sakit jika ia memulainya kembali. 

Mungkin jika ada seorang teman Anda yang sampai sekarang tidak bisa mengendari sepeda, mungkin dia termasuk golongan yang gemar memelihara kesedian dan tidak berani melawan rasa takut, (hehe...) 

Dan mungkin, selamanya tidak akan merasakan bagaimana rasanya mengendarai sepeda dan manfaat bersepeda lainnya.

Yang kedua
saya juga meyakini bahwa hampir semua dari kita pernah merasakan jatuh hati pada seseorang. Ntah itu pada waktu sekolah, kuliah atau saat sudah mulai bekerja. 

Dan tidak sedikit dari kita yang pernah mengalami patah hati karena ditinggal sang kekasih tercinta, dengan berbagai macam alasan menyedihkan. 

Saat kita merasa sudah sangat tulus menyayanginya, dan sudah menyusun rencana masa depan untuk bersama mengejar impian, bahkan kita sudah rela memberikan apapun untuk sang kekaksih. 

Tapi apa yang terjadi ternyata masih diluar keinginan kita. Begitu mengharukan dan sangat menyakitkan ketika kita mengetahui bahwa sang kekasih lebih memilih orang lain ketimbang kita. Sangat mengiris hati...(hehe...)

Bahkan tragedi patah hati ini telah menimpa beberapa orang yang tidak hanya sekali terjadi, bisa juga berulang kali telah terjadi.

Namun, ada beberapa tipe orang yang segera bangun dari hal menyakitkan ini, yang terus selalu berusaha mendapatkan pengganti yang lebih baik, dan pada akhirnya menemukan pujaan hati yang baru dan mengobati rasa-rasa sakit yang sebelumnya. 


Sudah pasti berbeda dengan orang yang terlalu lama larut dalam kesedihan akan hal ini. 

Tentu saja orang seperti ini akan lebih lama dalam menemukan pengganti yang lebih baik, atau bahkan ada juga sebagian orang yang akan benar-benar tidak pernah lagi mendapatkan sosok pujaan hati yang telah diidam-idamkan. (saya cukup prihatin...)


Yang selanjutnya,
banyak juga dari kita yang pernah merasakan kesepian dalam keramaian, merasa sendiri saat berkumpul, merasa jenuh di tempat wisata yang kebanyakan orang lain gembira, merasa haru berlebihan saat momen-momen tertentu, sering mengasihani diri sendiri, atau bahkan peristiwa hujan gerimis pun terasa sangat memilukan hatinya (walah...)

Hal-hal seperti ini akan terjadi pada orang  yang gemar memelihara dan sangat menyayangi emosi buruk di dalam pikirannya. 

Berbeda sekali dengan orang yang sesegera mungkin mengusir emosi buruk saat coba-coba menetap di dalam pikirannya. 

Yang akan gampang bahagia pada sekecil apapun situasi kegembiraan disekelilingnya. 


Dari ketiga ilustrasi di atas, tanpa kita sadari ternyata untuk mendapatkan atau meraih suatu hal baik yang baru dalam kehidupan ini selalu saja tersisip rasa sakit yang harus dilalui. 

Rasa sakit yang saya maksud disini, saya bedakan menjadi dua jenis, pertama saya sebut rasa sakit yang bersifat objektif dan juga rasa sakit yang bersifat subyektif

Rasa sakit yang bersifat objektif contohnya adalah rasa sakit yang kita rasakan pada waktu kita jatuh saat bersepeda, sedangkan rasa sakit yang bersifat subjektif sebagai contohnya adalah rasa sakit yang kita alamai saat kita patah hati dan sejenisnya. 

Pada kesempatan ini saya rasa tidak harus menjabarkan secara panjang lebar terkait kedua jenis rasa sakit ini, karena saya yakin Anda sudah bisa membedakan makna dari keduanya.

Kedua jenis rasa sakit ini, memiliki dampak yang hampir sama dalam membentuk sebuah bayangan-bayangan negatif yang berfungsi untuk melemahkan kita. 

Yang jika tidak dikelolah dengan baik, dia akan sangat betah untuk menetap dalam pikiran seseorang disepanjang waktu hidupnya.  


Dan sebenarnya kita sudah bisa memahami bahwa membiarkan juga memelihara emosi buruk dalam waktu yang terlalu lama sangatlah tidak baik. 

Dan bukan hanya sesederhana itu saja, namun ternyata, emosi buruk yang kita biarkan terlalu lama menetap dalam pikiran kita, akan menjadi bom waktu yang setiap saat bisa saja meledak. 

Dan dampak dari ledakan luapan emosi tersebut tidaklah hanya pada kesehatan mental saja, namun juga sangat berdampak pada kesehatan jasmani seseorang. 

Tidak usah saya sebutkan, coba lihat disekeliling Anda, penyakit apa saja yang sudah ditimbulkan akibat kekecewaan akan beberapa hal yang tidak terpenuhi sesuai dengan harapan. 

Paling sederhananya mungkin sering menyendiri sambil nangis sampai ketiduran, terus masuk angin keesokan harinya (hehe...).


Jadi, bagaimana menyikapi dan menghadapinya?



Menerima 


Berusaha menerima apapun yang sudah didapatkan saat ini. Walaupun hasil yang didapat belum sesuai dengan harapan, padahal sudah merasa melakukan hal maksimal menurut kita. 

Lalu berusahalah untuk mampu menerima semua peristiwa yang telah menimpa kita, baik peristiwa yang kurang baik maupun yang sangat buruk. 

Kita harus benar-benar bisa menerima kenyataan itu, dan kita memang harus menyadari, tidak ada cara terbaik yang bisa kita lakukan selain memaafkan semua hal yang terasa menyakitkan dalam kehidupan ini. 

Dan kita sebenarnya sudah tahu bahwa apapun yang telah menimpa kita sesungguhnya adalah karena kehendak dari Tuhan yang sangat menyayangi kita. 

Dan hanya Dia yang maha tahu akan apa sebenarnya yang kita butuhkan dalam hidup ini.  

Terlepas  hal itu baik maupun buruk dimata kita sebagai manusia. Karena hal yang buruk menurut kita, kadang adalah hal yang sangat baik untuk kita menurut-Nya, begitu juga sebaliknya. 

Kita hanya butuh waktu menunggu sebentar untuk merasakan hasil baik yang sudah ditetapkan-Nya. 

Jadi mulai sekarang, selalu berprasangka baiklah kepada-Nya. "Selalu yakinlah bahwa rasa sakit yang sekarang dialami sebenarnya adalah hal baik yang sedang membawa kita menuju harapan-harapan besar Kita"

Jangan sampai kita malu, karena sudah menduga-duga bahwa Tuhan sedang menyakiti kita, padahal Dia sudah mempersiapkan hal yang sangat indah untuk kita di hari yang akan datang.  



Berterimakasih


Jangan sampai lupa berterimakasih. Banyak hal yang kita bisa lakukan saat ini yang mungkin tidak bisa dilakukan semua orang. Terlepas dari harapan-harapan kita yang belum terwujud dan hal-hal yang tidak disukai telah menimpa kita. 

Namun jangan sampai terabaikan oleh kita, bahwa sistem pernafasan yang bekerja secara otomatis masih berjalan sempurna pada tubuh kita, fungsi pengendalian informasi dari organ-organ lain pada tubuh yang masih berfungsi dengan semestinya hingga saat ini, dan banyak lagi hal yang jarang kita sadari terus menerus diberikan-Nya secara cuma-cuma. 

Dan sekarang mulailah perhatikan hal-hal kecil yang melekat dalam kehidupan kita yang ternyata begitu besar manfaatnya dalam kelangsungan hidup kita. 

Bersyukurlah pada itu semua, yang masih dititipkan hingga sekarang pada Anda. 






Malu rasanya, jika sampai saat ini kita belum pandai menerima dan belum pandai berterimakasih atas apapun yang telah terjadi. 

Kita selalu berharap pada hal-hal yang baik agar dilimpahkan dalam kehidupan kita. 

Dan Tuhan pun sudah berjanji akan mengabulkan segala yang kita butuhkan dengan proses yang ditetapkan-Nya. 

Namun, ketika harapan-harapan kita mulai akan dikabulkan, ternyata kita tidak siap untuk menjalani prosesnya. 

Sikap kita dalam menghadapi proses ini yang tanpa kita sadari ternyata telah mengubah arah harapan-harapan tadi ke arah kebalikannya.

Sebagai contoh, saat kita berdoa dan berharap untuk mendapatkan sebuah smartphone model terbaru. 

Tuhan langsung mengabulkannya dengan berbagai cara, mungkin salah satunya dengan cara memberikan kita peluang-peluang yang bisa menghasilkan uang atau lainnya. 

Nah, sekarang kembali pada diri kita. Hanya berdoa dan tidak berbuat apapun, atau dengan cerdas membaca peluang tersebut lalu menangkapnya.

Dengan kata lain, sebenarnya kita telah memohonkan satu harapan-harapan buruk dalam hidup kita, ketika kita tidak meyiapkan sikap yang baik saat harapan-harapan baik kita sedang dikabulkan. 

Hal inilah yang sering menimbulkan ketidakpuasan akan ketetapan yang telah ditentukan-Nya. 

Padahal, semua ini adalah kesalahan yang telah kita lakukan. Yang tidak memahami bagaigamana sikap terbaik dalam menghadapi saat harapan-harapan tersebut sedang dikabulkan. 

Yang akhirnya membuat kita lupa berterimakasih dan tidak mau berusaha untuk memperbaiki sikap. 

Dan parahnya, alih-alih menerima dan berterimakasih, tak sedikit dari kita yang justru berprasangka buruk pada-Nya. 

Tapi untungnya, Tuhan maha pengasih dan maha penyayang, kasih sayangnya begitu luas. Dan tidak pernah berhenti mengawasi kita walau kita tak pernah menganggap-Nya. 

Dan Dia pun tidak pernah berhenti untuk terus menuntun kita dalam menyikapi, menghadapi, dan juga dalam menjalani kehidupan ini.

Nah, sekarang kembali lagi pilihan ada pada diri kita, akan terus memelihara emosi buruk pada pikiran kita atau sesegera mungkin mengusirnya, ingin melihat semua hal buruk sebagai tragedi yang menyayat hati atau hanya sebagai proses menuju keindahan, ingin sedih dan haru saat rintik gerimis atau bahagialah saat berkumpul bersama dalam sebuah acara?   



"Selalu yakinlah 
bahwa rasa sakit 
yang sekarang dialami 
sebenarnya adalah hal baik 
yang sedang membawa kita 
menuju 
harapan-harapan 
besar Kita"



Kita semua yakin bahwa Tuhan sangat menyayangi semua makhluk-Nya tanpa terkecuali, termasuk saya dan Anda. 

Namun jika sampai saat ini masih banyak harapan baik Anda yang belum terwujud dan masih banyak hal buruk masa lalu yang terus terpelihara dalam kehidupan Anda. 

Menurut saya itu adalah persoalan pilihan. Tuhan memberi kita pilihan atas apa yang akan kita jalani. 

Jika ingin berjalan dengan tenang di hari ini, Anda harus benar-benar bisa menerima apa pun yang sudah terjadi di hari kemarin. 

Selain bisa menerima, hal yang tidak boleh juga Anda abaikan adalah pandai berterimakasih atau bersyukur atas apa yang telah Anda raih saat ini. Perbanyaklah berterimakasih kepada-Nya. 

Mudah-mudahan semakin Anda banyak bersyukur maka semakin banyak hal baik yg Anda harapkan atau hal baik yang belum Anda harapkan akan menghampiri Anda dari arah yang tidak disangka-sangka. 

Dan pada akhirnya berbagai bayangan buruk masa lalu Anda, akan segera ditukar dengan bayangan-bayangan baik saat ini yang sangat indah.

Terimakasih dari kami, kami sangat bahagia menghabiskan waktu bersama Anda di situs ini.

Medan, 26 Februari 2019

by : siju. owner " m a L u L u p a " 

Read More
Admin

Indonesia Raya






Indonesia
Tanah Air ku
Tanah Tumpah Darah ku
Disanalah Aku Berdiri
Jadi Pandu Ibuku

Indonesia Kebangsaan ku
Bangsa dan Tanah Air ku
Marilah Kita Berseru
Indonesia Bersatu

Hiduplah Tanah ku
Hiduplah Negeri ku
Bangsa ku Rakyat ku
Semuanya

Bangunlah Jiwanya
Bangunlah Badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku Negeriku 
Yang Kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku Negeriku
Yang Kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya


By : Wage Rudolf Soepratman

Read More
Admin

Goresan Inspirasi

Kumpulan tulisan inspiratif  yang menjadi goresan inspirasi dan membangun di maLuLupa. Tempatnya siapa pun Anda untuk menuangkan segala bentuk ide kreatif dan inspirasi bagi banyak orang. Semoga ide kita bersama yang kita tuangkan di maLuLupa akan bermanfaat bagi kita semua.

 ◕  CoReTaN sederhana       



"Biasakanlah memaafkan segala hal sebelum kita tidur..."
➭ siju
____________________

"Hidup ini adalah pertempuran, tidak ada musuh lain dalam pertempuran itu kecuali dia yang bersembunyi bahkan menyatu pada diri kita! Dan cara terbaik mengalahkannya adalah, mulailah mengenalnya..."
➭ siju
____________________

"Berprasangka baiklah pada setiap kejadian, terlepas itu baik atau pun buruk. Karena dengan hal inilah semua akan menjadi baik-baik saja "
➭ siju
____________________

"Selalu permudahlah urusan orang lain, dan segala urusan kita biarkan Tuhan yang mempermudah!"
➭ siju
____________________

"Cara terbaik mengalahkan musuh adalah dengan memaafkan semua kesalahannya..."
➭ siju
____________________

"Selalu yakinlah, bahwa rasa sakit yang sekarang dialami adalah hal baik yang sedang membawa kita pada harapan-harapan besar kita"
➭ siju
____________________

"Mulailah dari yang paling dekat dengan kita..."
➭ siju
____________________

"Libatkanlah 'Tuhan' dalam segala hal"
➭ siju
____________________

"Jauhi prasangka, karena sebagian besar prasangka terdapat banyak keburukan"
➭ siju
____________________

"Jika kau kelelahan saat berkali-kali gagal, bergeraklah terus jangan pernah berhenti, karena sebenarnya tujuanmu sudah dekat, hanya tinggal beberapa langkah lagi!"
➭ siju
____________________

"Biar Tuhan yang menetapkan segala hasil upayamu, tugasmu hanya mencari cara terbaik dalam menjalaninya!"
➭ siju
____________________

"Sabar itu, bukan berarti tidak pernah marah, tapi sabar sebagai alat untuk peredam kemarahan, dan membuat kemarahan terlihat agak sedikit indah..."
➭ siju
____________________

"Senjata paling ampuh di dunia ternyata bukanlah senjata nuklir atau sejenisnya, tapi  kasih sayang"
➭ siju
____________________

"Gak usah sibuk mengejar keinginan, namun gemarlah mengambil kesempatan!"
➭ siju
____________________

"Fokuslah pada hal-hal bisa kau ubah, sekedar amatilah hal-hal yang belum bisa kau ubah, lalu berlatihlah sekuat tenagamu agar mahir dalam membedakan keduanya..."
➭ siju
____________________

Klik disini untuk membagikan Tulisan Inspirasi Anda


Tokoh Inspiratif , Rekam Jejak PengunjungLainnya



Read More
Admin

Mengejar Impian


Meraih segala hal baik yang menjadi fokus di hari kemarin untuk dinikmati di hari ini. Begitulah cara berfikir kebanyakan orang yang sering disebut dengan menggapai cita-cita. 

Sepintas terbayang sangatlah indah, saat semua keinginan kita menjadi kenyataan dan segala apapun yang kita harapkan bisa terwujud. 

Namun, yang menjadi persoalan disini adalah menumpuknya fokus-fokus pikiran di hari kemarin, dua hari yang lalu, minggu lalu, bulan lalu bahkan fokus kita tahun lalu yang sampai saat ini belum bisa diwujudkan apalagi dinikmati. 

Hasilnya, segudang keinginan yang tadinya menjadi semangat hidup kini berubah menjadi hal buruk yang terus membayangi dan tak mau lepas, seolah menjadi beban berat yang terpikul dalam menjalani hidup saat ini. 

Yang tanpa disadari menjadi benteng kokoh dan penghalang sudut pandang kita dalam mengelolah pikiran-pikiran sederhana untuk mengubahnya menjadi senjata ampuh dalam bertindak dan mengambil keputusan pada banyaknya kesempatan baru yang sebenarnya telah berlalu-lalang setiap waktu didekat kita saat ini. 

Yang bukan tidak mungkin, kesempatan kecil yang sudah kita lewatkan itu ternyata adalah hal yang akan membawa kita menjadi lebih besar.


Saya jadi teringat akan sebuah potongan curahan hati dari seorang pemuda berusia 25 tahun saat tulisan ini dibuat, yang juga termasuk salah satu sahabat saya. Berikut ceritanya...



_____________ _ _ _ _
Sore ini aku masih sama seperti aku di sore kemarin, masih dengan segala kondisi dan keadaan yang persis sama. 

Banyaknya hal yang belum tercapai dan beragamnya proses yang sudah aku lalui, tetap saja belum membuatku menemukan cara bagaimana agar aku segera mencapai tujuan yang kuharapkan. 

Berbagai macam dampak buruk pun juga telah menimpaku terkait keadaan hidupku yang masih seperti saat ini. 

Padahal bermacam cara yang menurutku hebat telah kulakukan, baik itu saran dari orang lain yang ku anggap lebih pintar dariku maupun dari hasil pemikiran-pemikiran hebatku sendiri. 

Namun, sampai sekarang harapan-harapan tersebut belum juga terwujud.

Dan tak bisa aku ingkari, kini aku mulai kehabisan tenaga. Ditambah dengan peristiwa-peristiwa disekelilingku yang semakin melunturkan semangatku. 

Contohnya saja seorang teman yang dulu sama keadaanya denganku dan menurutku lebih lemah dariku, tapi kini sudah jauh berbeda kehidupannya denganku. 

Beberapa fokus tujuannya yang pernah diceritakan kepadaku beberapa tahun yang lalu, kini terlihat sebagian telah terwujud. 

Walau belum seluruhnya terwujud, namun terlihat hidupnya begitu ringan. Berbeda denganku yang semakin hari rasanya semakin berat. 

Hal ini membuatku semakin bingung dalam kelemahanku. Berselang beberapa waktu yang lalu, tanpa disengaja, kami duduk bersebelahan di warung kopi, tempat biasa dulu kami sering berkumpul bersama teman-teman yang lain. 

Dan dia pun menghampiriku lalu kami pun memulai obrolan santai. Sesaat setelah itu, kuberanikan diri menanyakan beberapa hal kepadanya, apa yang sudah dilakukannya selama ini dan apa yang membuatnya masih terus bertahan dalam kesulitan yang relatif sama denganku.

Perkataan awal yang diucapkannya adalah, "aku tidak mau terlalu fokus pada keinginanku, tapi aku memang gemar mengambil kesempatan!", walau kesempatan terdekat yang akan diambil tidak ada kaitannya dengan fokus utamanya. 

Namun ternyata hal sederhana inilah yang membuatnya menjalani berbagai kondisi dengan tenang dan ringan, namun perlahan-lahan apa yang diinginkannya bisa terwujud. 

Terlihat dia coba sudah memulai jawaban bijaksananya, dengan sebelumnya mengambil secangkir kopi hangat untuk meminumnya perlahan, lalu melanjutkan penjelasannya.

Contoh nyata yang diberikannya adalah, saat kita fokus ingin memiliki sebuah sepeda, yang dipikirkannya pertama kali adalah melibatkan Tuhan dalam niatnya, dengan nada ringan dia mengatakan "tentu saja dimulai dengan berdoa kepada Tuhan dong...", -'diapun tersenyum sambil memegang pundakku'-. Dengan gaya bergurau, dia mengingatkanku agar aku selalu dekat dan pandai berterimakasih kepada Tuhan

Lalu diapun menegaskan kembali apa yang terkonsep didalam pikirannya dengan mengetahui bagaimana caranya merawat sepeda, hal apa saja yang akan membuat sepeda itu terlihat lebih bagus dari sepeda-sepeda yang lain, bagaimana agar sepeda yang akan dimilkinya tetap dalam kondisi baik dalam beberapa tahun kedepan. 

Dan jika sudah mulai bosan, bagaimana cara menggantinya dengan yang lebih baik namun dengan harga yang tidak terlalu jauh dibawah saat kita membelinya, dan banyak lagi hal lain. -'Sambil sesekali menyenggol pundakku'-, dia kembali menyentil pikiranku "hidup jangan serius-serius banget kawan..., hehe..!" -'seolah dia ingin membuat percakapan ini santai'-.








Dari perumpamaan awal dan singkat darinya ini saja sudah sangat inspiratif bagiku, bahkan mulai membuka pikiranku, ternyata saat kita memiliki satu keinginan atau satu harapan saja, sebenarnya dengan sendirinya kita sudah dihampiri banyak peluang yang bisa diambil.  

Dan sebelum kami melanjutkan percakapan, aku sudah mulai paham arah pembicaraan dan konsep cara berpikirnya. 

Saat kita ingin memiliki sebuah sepeda namun belum memilki cukup uang untuk membelinya, sebenarnya kita bisa mengembangkan uang yang sekarang kita miliki dengan membuka usaha jasa perawatan sepeda atau menjual asesorisnya. 

Dan setelah mendapat keuntungan, kita bisa menggunakan keuntungan tersebut untuk membeli sebuah sepeda. 

Atau jika dengan konsep seperti ini, tidak perlu diam terlalu lama untuk menunggu uang kita cukup agar bisa membeli sepeda dengan kondisi yang utuh, aku mala berpikir, bisa saja kita mencicilnya. 

Mungkin dengan cara lebih dahulu membeli rodanya, atau membeli bagian yang lebih sederhana dari sebuah sepeda. Contohnya saja tutup pentil angin roda sepedanya, "hehe..."

Dan menurutku konsep pola berpikir sederhana perihal sepeda ini, adalah konsep dasar berpikir sederhana dalam memulai analisa persoalan apapun di kehidupan kita sehari-hari. 

Misal saja saat kita ingin memiliki sebuah mobil, rumah, atau dalam menentukan pilihan jenis usaha. 

Tentu dengan konsep yang tidak terlalu jauh berbeda.    

-'Aku pun tersenyum kecil dibarengi dengan semangat baru yang berkobar-kobar didadaku'-. Sekarang aku baru sadar, apa yang menjadi kelemahanku selama ini. 


Dan ternyata aku telah melakukan kesalahan yang cukup besar. Dan kini aku pun tahu, jika fokusku pada keinginan memang sudah benar, namun ternyata caraku mengelolah fokus yang masih salah. 

Caraku yang hanya fokus pada hasil akhirnya tetapi tidak bersungguh-sungguh memahami langkah-langkah bagaimana seharusnya aku sudah bisa menikmati impianku walaupun masih dalam proses perjalanan pencapaian. 

Semua memang harus dimulai dari hal kecil yang paling dekat dengan kita, yaitu mengubah hal yang paling sederhana menjadi potensi yang menguntungkan. 

Hal inilah yang sudah aku abaikan selama ini.

Dan mulai sekarang, aku harus berusaha menyederhanakan semua hal yang terlihat sulit. -'Dengan wajah sedikit bersinar pemuda ini mencicipi kopinya sambil melirik sepotong kue coklat yang masih hangat dan siap untuk mengubah konsep berpikirnya'-.


_ _ _ _ _ ____________



"Jangan sibuk 
mengejar keinginan,
tapi gemarlah 
mengambil kesempatan..."


Nah sekarang, bagaimana penilaian Anda mengenai potongan curahan hati diatas?

Saya mencoba mengambil pelajaran, bahwa cara bepikir sederhana ternyata mampu mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik, mampu membuat dampak baik yang luar biasa. 

Banyak yang bisa kita temukan juga lakukan saat kita menyederhanakan banyak hal yang terlihat sulit, tapi sering kali kita mengabaikannya. 

Kadang kita lebih memilih memulai sesuatu hal yang besar dengan segala macam strategi yang rumit, namun, sering kali kita berhenti ditengah jalan karena tenaga yang kita perlukan sudah terlanjur habis sebelum sampai di tujuan. 

Jika saya ingat lagi pepatah lama yang mengatakan "berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian". saya malah berpikir, "untuk apa kita berenang kalau ada rakit!" ...hehe...

Ini persoalan pilihan cara berfikir, bukan seberapa jeniusnya Anda merancang strategi yang akan membuat Anda ingin terlihat hebat, namun, pada akhirnya Anda lelah dalam kegagalan. 

Jika diibaratkan kita ingin bertamasya ke tempat wisata yang akan ditempuh dengan kendaraan umum misalnya Bus, dan dengan jarak tempuh ketempat tujuan yang lumayan jauh. 

Dengan niat ingin menikmati pemandangan dan suasana alam disana. 

Langkah pertama yang baik dalam hal ini menurut saya adalah menemukan Bus yang paling nyaman sesuai kondisi keuangan kita. 

Lalu bagaimana kita akan mampu menikmati situasi serta suasana di dalam Bus dan diluar Bus saat dalam perjalanan. 

Kita harus benar-benar peka terhadap hal-hal kecil untuk mencari cara agar kita bisa menikmati kondisi apapun yang akan terjadi dan terlihat saat dalam perjalanan, jika kita tidak ingin merasa bosan, terasa waktu perjalanan begitu lama, lalu kelelahan atau bahkan sakit ketika kita sampai di tujuan wisata tersebut. 

Alih-alih menikmati wisata, mungkin kita akan lebih tersiksa karena mungkin kondisi tubuh kita yang tidak lagi sehat saat kita tiba ditempat tujuan. 

Kalau sudah begitu, pasti akan berpengaruh pada hal-hal lain terkait kenyamanan dan ketenangan pikiran kita.

Namun berbeda jika diperjalanan saja kita sudah mendapat ketenangan dan kenyamanan yang bisa kita nikmati, pastinya dong, kita akan mendapatkan kenikmatan berlipat-lipat saat sesampainya di tempat tujuan. 

Perjalanan yang lumayan jauh pun terasa sangat dekat, bahkan saat perjalanan kembali kerumah pun kita akan kembali terhibur oleh indahnya perjalanan kembali. Sekarang pilihan ada pada diri kita.

Saya lebih memilih berpikir sederhana dengan tetap melibatkan Tuhan dalam segala hal tentunya, walau tidak semua persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang sederhana. 


Tapi setidaknya kita sudah mencoba menyederhanakannya dan sudah berusaha untuk tidak membuang-buang tenaga yang mungkin masih sangat kita butuhkan di panjangnya perjalanan perjuangan kita. 

Untuk hasil akhirnya biarkan Tuhan yang mengurusnya. Karena kita semua tahu bahwa "Tuhan maha memelihara dan maha mengurusi makhluk-Nya". 

Tugas kita hanya memilih cara-cara terbaik yang paling disukai-Nya. Dan saya tetap yakin bahwa sederhana itu sangat indah. 

Sekarang mari kita sama-sama mengubah cara berpikir kita, jangan pernah mau terus menerus mengejar impian saja, namun harus juga bisa menikmatinya ketika masih dalam perjalanan dan saat menjemputnya. 

Sederhanakanlah semua hal yang terlihat sulit mulai sekarang. Selamat mengejar dan menjemput impian Anda.

Terimakasih dari kami, kami sangat bahagia menghabiskan waktu bersama Anda disitus ini.   

Medan, 22 Februari 2019

By : siju . Owner " m a L u L u p a " 

Read More