maLuLupa - Situs gratis milik bersama yang menjadi wadah serta ruang bagi siapa saja yang ingin berbagi inspirasi, kreativitas, promosi juga berekspresi secara bebas dan tanpa biaya, namun tetap mengedepankan tatacara yang baik serta tidak mengganggu kenyamanan bersama! Berhubung situs masih dalam proses pengembangan, terdapat beberapa halaman yang belum bisa diakses dengan sempurna, silahkan update halaman kami di lain waktu, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Tampilkan postingan dengan label Tokoh ❏. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh ❏. Tampilkan semua postingan
Admin

Tokoh Pendidikan Indonesia

Di Indonesia, pada tanggal 2 Mei setiap tahun selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Jangan sampai melupakan sejarah ya Wargi Bandung, ini dia nama-nama Tokoh-tokoh yang ada di balik HARDIKNAS.


Raden Ajeng Kartini



Bagi kaum Wanita apa yang telah diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini memang sangat berpengaruh baik. 

Terbayang jika di era modern ini Wanita masih belum mengenal emansipasi dan tidak mendapat jenjang pendidikan yang layak, tentu banyak generasi muda bangsa yang tidak berpendidikan.


Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy’arie




Tidak hanya pendidikan dalam segi moril saja, di Indonesia pendidikan tentang kepercayaan pun tentu diperhatikan. 

Beliau ini adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. 

Sampai saat ini banyak Warga Indonesia yang masih mengamalkan ajaran yang dibawa oleh Beliau.

Salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang lahir di Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 ini merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam terbesar di Indonesia. 

Di kalangan Nahdliyin dan Ulama Pesantren, beliau punya julukan Hadratus Syeikh atau yang berarti Maha Guru




Sam Ratulagi




Mungkin banyak Pop Patriotics yang nggak tau kalau Pahlawan Nasional kita asal Sulawesi Utara ini merupakan salah satu tokoh pejuang pendidikan yang gigih. 

Yup, aktivis kemerdekaan Indonesia ini terkenal dengan filsafahnya: “Si tou timou tumou tou,” yang artinya manusia baru bisa disebut sebagai manusia kalau sudah bisa memanusiakan manusia. 

Beliau juga merupakan seorang akademisi yang terkenal. Ia sangat berjasa dalam perjuangan melawan pembodohan dan kolonialisme Belanda di Manado, dan memperjuangkan pendidikan masyarakatnya dengan baik. 

Sam Ratulangi ditunjuk menjadi gubernur pertama Sulawesi Utara yang membawa kemajuan dan perubahan di Sulawesi Utara lho.





Kyai Haji Ahmad Dahlan




Ahmad Dahlan adalah pendiri organisasi Muhammadiyah, organisasi ini adalah cita-cita beliau untuk pembaruan Islam di bumi Nusantara. 

Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam, menurut tuntunan al-Qur’an dan al-Hadits. 

Perkumpulan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 November 1912. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.




Dewi Sartika



Pahlawan Nasional kelahiran Bandung, 4 Desember 1884 ini punya peran penting dengan kontribusinya sebagai perintis pendidikan buat kaum perempuan. 

Dewi Sartika memiliki orang tua pasangan priyayi dan berpikiran maju, dan menyekolahkan beliau di sekolah Belanda. 

Di tahun 1902, beliau merintis pendidikan buat kaum perempuan dengan pelajaran yang sederhana, kayak merenda, memasak, menjahit, membaca, dan menulis. 

Dua tahun kemudian, Dewi Sartika mendirikan Sakola Istri, yang merupakan sekolah perempuan pertama di Hindia Belanda.




Pahlawan Pendidikan yang satu ini merintis perjuangan di Kota Bandung. 

Tidak jauh seperti Raden Adjeng Kartini, Dewi Sartika adalah pejuang pendidikan bagi kaum wanita. 

Sekolah Istri adalah nama sekolah yang didirikan oleh Dewi Sartika atas dana pribadi dan bantuan pemerintah pribumi saat itu, mulai dari pendidikan pengetahuan umum hingga ilmu tentang keterampilan memasak, membuat keterampilan dan menjahit ada di sekolah istri ini.





Ki Hadjar Dewantara



Terakhir adalah pahlawan Pendidikan yang tanggal lahirnya di abadikan sebagai HARDIKNAS. Beliau adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. 

Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.


By : Ahmad Fadhil Abidin disitus infobdg
Read More
Admin

Pengukur Perubahan Iklim Asal Indonesia

Wayan Suparta, Ukur Perubahan Iklim Sejak 2003 hingga ke Antartika




Bumi semakin terasa panas akibat perubahan iklim. Kenaikan suhu ini pun membuat es di Antartika mencair.

Adalah Prof Wayan Suparta, seorang WNI yang merupakan pengajar sekaligus peneliti di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), tertarik untuk mengukur perubahan iklim. Dia pun terbang ke Antartika demi menemukan jawaban dan solusi atas perubahan iklim global.


"Tren perubahan iklim global dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan perubahan suhu yang sangat signifikan. Peningkatan ini juga memberi indikasi bahwa bagian bumi selatan (Kutub Selatan atau Antartika), suhu telah meningkat dari tahun 1950 hingga 2016 dari 0,1°C hingga melebihi 0,5°C," ujar Prof Wayan dalam tulisannya berjudul 'Penyelidikan Sambaran Petir di Antartika', pada Februari 2017.


Wayan menyelidiki iklim sejak 2003 sampai akhirnya menjelajahi Antartika pada tahun 2007 hingga kini. Proyek penelitian itu terselenggara atas kerja sama Malaysian Antarctic Research Programme (MARP) dengan Antarctica New Zealand.




"Saintis dunia khawatir pencairan es yang terjadi sepanjang tahun akan memberi dampak negatif pada kehidupan di Bumi. Matahari adalah salah satu sumber alami utama penyebab dari perubahan tersebut," tutur Prof Wayan saat berbincang dengan detikcom yang ditulis, Jumat (17/3/2017).


Wayan beberapa waktu lalu berada di Base Carlini, Argentina, guna mempersiapkan penelitiannya. Setelah itu dia ke Antartika untuk melakukan penelitian.


"Penelitian karakteristik sambaran petir di Antartika adalah penting karena adanya interaksi radiasi antara permukaan bumi dengan atmosfer. Petir diproduksi terutama dari awan cumulonimbus. Apakah di Antartika juga mengalami kejadian petir seperti wilayah di khatulistiwa?" demikian Wayan mengutarakan sumber tanya dari penelitiannya.


Iklim Antartika sangat sejuk sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi pembentukan awan. Ketika awan tak terbentuk, mestinya kecil kemungkinan muncul petir atau bahkan tidak ada sama sekali.


"Berbekal dari hipotesis lama itu dan pengalaman saya memasang peralatan GPS di Scott Base Antartika tahun 2007 di mana antena GPS saya rusak ternyata disambar petir dan itu terjadi di musim winter. Ini latar belakang saya meneliti fenomena cuaca ini," tutur Prof Wayan dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.


Karakteristik petir juga bergantung dengan kedudukan wilayah, topografi, dan keadaan atmosfer di suatu tempat. Wayan mengaku tertarik untuk meneliti hal itu.


"Penelitian ini akan dikembangkan ke teknologi satelit. Di Antartika, satelit masih susah dijangkau karena sinyalnya harus kuat dan tahan dari drift atau energy loss. Aspek yang paling penting dan dasar adalah sainsnya. Sains bagaimana kilat di sini tetbentuk dan mempengaruhi lingkungan," kata pria yang berdomisili di Maguwoharjo, Yogyakarta, ini.


Wayan adalah sarjana fisika instrumentasi dari Universitas Sanata Darma Yogyakarta, master ilmu material dari ITB Bandung serta doktor bidang elektronika di Universiti Kebangsaan Malaysia. 







Sebelum menjadi periset tentang perubahan iklim, Wayan berprofesi sebagai guru fisika di SMUK Cor Jesu Malang (1994-1997), kemudian pindah ke SMUK Santo Aloysius Bandung (1997-2000). 



Nah, Wayan ternyata pindah ke Malaysia setelah mengaku susah mencari pekerjaan ke Indonesia pada tahun 2000. Sejak itu dia menjadi Dosen Teknik di College Legenda Group Malaysia hingga 2004. 


Kegemarannya akan sains membuatnya ditunjuk menjadi dosen senior dan kandidat doktoral di Universitas Kebangsaan Malaysia. Wayan ini adalah Profesor di Space Science Centre di Institute of Climate Change di Universitas Kebangsaan Malaysia. 

By :  Bagus Prihantoro Nugroho di situs Detik News
Read More
Admin

Pendiri Lion Air

Siapa Sangka Pendiri Lion Air Rusdi Kirana, Dulu Memulai Karir Sebagai Penjual Mesin Ketik


Kesuksesan seseorang tidak bisa diukur dari pencapaian awal ataupun kondisi yang pernah dialami dulu. Nyatanya tidak sedikit dari profil dengan kesuksesan luar biasa, dulunya justru memulai usaha dari hal yang sangat sederhana. Kondisi sulit dan juga beragam tantangan untuk mampu bertahan hidup, merupakan salah satu alasan mengapa mereka akhirnya bisa meraih kesuksesan besar saat ini.
Dan pada artikel berikut, kita akan menyelami tentang kisah perjuangan pendiri sekaligus CEO perusahaan penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana yang ternyata dulu juga berangkat dari kondisi nol. Mungkin banyak yang belum tahu bahwa dalam masa awal perjuangan bisnis, kala itu Rusdi pernah menjadi penjual mesin ketik.
Namun berkat kerja keras dan juga visi untuk berkembang, perlahan Rusdi Kirana mampu membangun kerajaan bisnis Lion Air yang bernilai miliaran. Selengkapnya tentang inspirasi bisnis sang pendiri Lion Air bisa rekan-rekan simak pada artikel berikut ini.

Awal Mula Bisnis Rusdi Kirana

Rusdi Kirana lahir di keluarga yang terbilang sederhana dan sangat akrab dengan perjuangan hidup. Dalam lingkup keluarga, ia dibiasakan untuk mampu berjuang dan berusaha jika menginginkan sesuatu. Inilah pula yang akhirnya mengantarkan Rusdi muda mulai mengenal dunia bisnis.

Kala itu ia berfikir bahwa hanya dengan menjalankan sebuah bisnis, kita baru bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik terutama dalam hal finansial. Hingga suatu hari, ia diperkenalkan pada peluang bisnis yakni menjual produk mesin ketik yang memang saat itu masih populer digunakan. Lewat penjualan mesin ketik buatan Amerika tersebut, memang Rusdi sudah bisa mengantongi penghasilan sendiri. Namun pada kenyataannya pendapatan yang sebesar $10 per bulan kala itu dirasa masih jauh dari kata cukup.
Dari situ insting bisnis Rusdi Kirana digedor oleh kenyataan hidup yang mengharuskan ia untuk berkembang lebih baik lagi. Setelah berfikir dan mencari peluang usaha. akhirnya ia mantap menggarap peluang bisnis agen biro perjalanan. Bisnis tersebut tidak ia jalankan sendiri melainkan bersama dengan sang kakak Kusnan Kirana. Perlahan perusahaan biro perjalanan yang ia dirikan mulai menunjukkan Perkembangan positif seiring dengan tingginya minat dan juga keperluan akan bidang jasa tersebut.

Lompatan Besar Rusdi Kirana Membangun Lion Air

Setelah beberapa tahun mengembangkan perusahaan biro perjalanan, Rusdi Kirana kembali tertantang untuk membawa karirnya pada level yang lebih tinggi. Dengan modal besar yang berhasil ia kumpulkan dari perusahaan jasa biro perjalanan, secara mengejutkan Rusdi membangun sebuah perusahaan baru bersekala besar. Tak tanggung-tanggung, yang ia garap kala itu adalah sebuah maskapai penerbangan.

Tepatnya pada bulan Juni tahun 2000, berbekal satu buah pesawat jet sebagai armada awal, Lion Air mulai mengudara di langit Indonesia. Namun tentunya perjalanan bisnis Rusdi Kirana tidak lepas dari beragam tantangan dan masalah. Yang terbesar adalah, banyak pengamat yang menyatakan bahwa langkah Rusdi Kirana membangun maskapai penerbangan bukanlah opsi yang terbaik.
Bahkan tak sedikit pihak yang meyakini bahwa perusahaan berlogo singa tersebut sulit untuk bertahan dalam waktu yang lama. Dari situ tantangan besar kembali dihadapi oleh Rusdi tak kalah perekonomian Indonesia yang bergejolak. Memiliki pilihan untuk menjual saham Lion Air, nyatanya pengusaha gaek yang satu ini tetap bersikukuh untuk mempertahankan bisnis besutannya.

Bangkit Dan Menjalankan Ekspansi Bisnis

Meskipun kondisi perusahaan terbilang masih belum cukup stabil, Rusdi Kirana terus berupaya untuk membuat terobosan terkait layanan jasa penerbangan lokal. Mengusung konsep penerbangan biaya murah, perlahan maskapai Lion Air mulai bisa membangun kepercayaan dari konsumen di Indonesia.
Dengan kondisi perusahaan yang mulai kondusif, perkembangan bisnis Lion Air juga terus meningkat tidak hanya dalam dalam hal kualitas namun juga kuantitas. Ini dibuktikan dengan keputusan besar Rusdi yang membeli lebih dari 200 unit pesawat Airbus dari perusahaan Perancis dengan nilai kontrak sebesar $24 miliar.

Keputusan ini praktis menggoncang jagat ekonomi baik di tanah air bahkan hingga level mancanegara. Bagaimana tidak, di kala kondisi ekonomi global yang belum menentu, Rusdi berani melakukan investasi lewat pembelian pesawat Airbus dengan angka yang mencengangkan tersebut. Namun hasilnya bisa dilihat saat ini, terlepas dari beragam masalah seperti tragedi kecelakaan pesawat hingga pro kontra layanan penerbangan di Indonesia, perusahaan lion Air masih nampak kokoh bahkan tempat disebut sebagai merintis penerbangan komersil dengan biaya murah di Indonesia.

Menguasai hampir setengah dari pasar domestik di Indonesia, Lion Air kini sudah terbang ke-36 kota di Indonesia serta mancanegara. Hal tersebut jugalah yang akhirnya melejitkan pundi kekayaan Rusdi Kirana yang ditaksir mencapai $900 juta serta membawa dirinya masuk jajaran hartawan terkaya di Indonesia.
Oleh M Majid di situs maxmanroe



Read More
Admin

Buku 'Ini Budi'

Siti Rahmani Rauf ~ Kreator Buku Legendaris “Ini Budi”.



Dedikasi Tanpa Batas Demi Pendidikan Anak Indonesia


Bagi Anda yang menghabiskan masa kecil daerah tahun 80 hingga 90-an, mungkin mengenal buku “Ini Budi” yang begitu melegenda. Buku yang mengajarkan tentang bagaimana membaca lewat panduan gambar ini, merupakan program pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa kala itu. Namun jika ditanya, siapa pengarang dari buku tersebut, tentu mayoritas dari kita masih bertanya-tanya.


Ialah sosok yang sangat inspiratif, Siti Rahmani Rauf. Sosok tauladan yang kini menginjak usia 97 tahun ini, mempunyai dedikasi yang luar biasa besar untuk memajukan pendidikan Indonesia. Menghabiskan, masa belia hingga hari tua sebagai seorang pengajar, nyatanya Siti Rahmani Rauf masih menyanggupi tanggung jawab untuk mengembangkan buku “Ini Budi” begitu melegenda. Inilah perjalanan serta bukti dedikasi seseorang Siti Rahmani Rauf untuk pendidikan Indonesia.


Masa Tua Siti Rahmani Rauf


Dikutip dari salah satu media online mengisahkan bahwa saat ini Siti Rahmani Rauf yang telah menginjak usia 97 tahun menghabiskan waktu bersama salah satu anaknya di rumah pribadi di kawasan Petamburan Jakarta Pusat. Di rumah yang cukup sederhana nan asri tersebut, Siti tinggal bersama Karmeni Rauf sang anak. Dalam Liputan tersebut, sang anak tersebutlah yang mengisahkan bagaimana perjalanan hidup ibunda tercintanya.




Menceritakan sejak awal kala itu Siti Rahmani sudah mulai menapaki profesi sebagai seorang guru sejak usia 18 tahun. Iya yang pernah mengenyam pendidikan dari sekolah Belanda tersebut memang sejak awal mempunyai perhatian tinggi terhadap perkembangan pendidikan utamanya di sekitar kawasan tempat tinggalnya.


Siti yang lahir di Sumatra Barat pada tanggal 5 Juni 1919, pertama kali menjadi seorang pendidik di salah satu desa di pulau Sumatera selama kurun waktu 15 tahun mulai tahun 1938 hingga 1953. Di sana pengalaman mengajar Siti tentunya sangat berbeda dengan pendidikan di pulau Jawa. Berbagai keterbatasan dan juga tantangan Kerep meliputi perjalanan karir siti rahmani.


Baru pada tahun 1954, Siti Rahmani pindah dari Sumatera ke Jakarta. Kepindahan tersebut tidak lepas dari peran sang suami yang memang mendapat tugas di Jakarta. Akhirnya ia bersama suami dan juga anak-anaknya resmi meninggalkan sumatera. Namun tentunya perjalanan karir siti sebagai seorang pendidik tidak terhenti. Di Jakarta ia tetap aktif menjadi pengajar hingga yang terakhir menjadi kepala sekolah SD Tanah Abang 5 pada tahun 1976.


Mendapat Proyek Pembuatan Buku Ini Budi


Masih dikisahkan oleh sang anak, setelah resmi pensiun pada tahun 1976. Ternyata besarnya dedikasi yang diberikan oleh siti Rahmani dilirik sebagai potensi oleh pemerintah kala itu. Utamanya oleh Dinas Pendidikan, akhirnya Eni, sapaan akrab Siti Rahmani, mendapat tawaran untuk membuat membuat buku Ini Budi di tahun 1986.



Kala itu dirinya mendapatkan proyek tersebut berdasarkan keperluan untuk membuat buku paket serta alat peraga utamanya untuk pelajaran bahasa Indonesia. Dan buku Ini Budi menjadi salah satu buku pegangan wajib yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk seluruh sekolah dasar yang ada di Indonesia. Lewat buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan tersebut, nyatanya perjalanan karir Eni masih terus berlanjut.


Akhirnya dibantu oleh sang anak, Eni mulai mengkreasikan materi pembelajaran yang berbasis gambar untuk memperkenalkan pendidikan Bahasa Indonesia. Sang anak menuturkan, meskipun kondisi fisik sudah tidak lagi prima, namun kecintaan terhadap dunia pendidikan lah yang akhirnya menguatkan Eni untuk terus berkarya lewat buku Ini Budi.


Dengan menggunakan metode SAS, struktur analisa sintesa, perlahan buku Ini Budi bisa dirampungkan oleh pasangan ibu anak tersebut. Mengenai waktu pengerjaan, disampaikan bahwa buku ini rampung selama kurang dari 1 tahun. Baru setelah selesai buku beserta alat peraga mulai dicetak dan disebarkan ke seluruh sekolah yang ada di pulau Jawa dan Sumatera.


“Ya namanya anak-anak kan pasti suka gambar. Dalam “Ini Budi”, mami juga membuat anak menjadi aktif dalam pembelajaran. Kan dalam penerapannya juga ada permainan-permainan. Saat saya keliling buat sosialisasi, anak-anak terlihat sangat senang,” kata Eni.


Meskipun saat ini sudah begitu renta, namun kisah dan dedikasi seorang Siti Rahmani Rauf patut untuk kita jadikan inspirasi. Terutama bagi generasi muda, keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi negara adalah hal yang wajib ditanamkan sejak dini. Tentunya kita bisa menjalankan hal tersebut lewat beragam cara salah satunya dengan berprestasi. (update: Siti Rahmani Rauf telah wafat pada tanggal 10 Mei 2016 lalu)

By : M Majid di situs maxmanroe
Read More
Admin

Hacker Pengendali Satelit Asal Indonesia

Jim Geovedi ~ Hacker Pengendali Satelit Asal Indonesia Dengan Reputasi Dunia


Bicara soal hacker atau peretas memang selalu membuat kita gregetan sekaligus juga penasaran. Saya sendiri salah satu orang yang merasakan hal ini saat membahas hal ini. Rasa gregetan ini muncul karena mereka seringkali membuat banyak orang kebigungan dengan dampak dari hal-hal dikerjakannya di dunia digital.
Sedangkan rasa penasaran disebabkan karena saya tak habis pikir bagaimana mereka bisa melakukannya. Jika Anda orang yang memiliki perasaan yang sama dengan saya maka saat ini Anda bisa merasakan hal lain saat mendengar kata hacker yaitu bangga. Bangga?
Kenapa demikian? Ini karena negara kita Indonesia telah memiliki seorang hacker yang diakui dunia. Dia adalah Jim Geovedi. Kita memang perlu bangga dengan sosok Jim karena dia menggunakan ilmunya untuk hal yang baik dan telah menorehkan banyak prestasi yang membuat decak kagum dunia.
Hacking atau orangnya yang dinamakan hacker memang tidak selamanya terkait dengan peretasan yang berdampak negatif. Namun jika ilmu ini digunakan untuk hal yang baik, maka peretasan ini pun akan bisa bermanfaat untuk orang banyak. Inilah yang dilakukan oleh Geovedi yang menggunakan ilmunya untuk hal-hal yang positif. Lalu siapakah Jim Geovedi ini sebenarnya? Berikut ulasannya.

Perkenalan Jim Geovedi Dengan Dunia Digital


Awal pertama kali perkenalan Geovedi dengan dunia digital terjadi saat ia lulus SMA tahun 1998-1999. Saat itu Geovedi bertemu dengan seorang pendeta dan memperkenalkannya dengan komputer dan internet.
Sebelum itu Geovedi menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung sebagai seniman grafis. Sejak mulai berkenalan dengan komputer dan internet itulah Geovedi mulai belajar secara otodidak dan menelusuri ruang obrolan para peretas ternama dunia.

Mendirikan Noosc Global

Dengan pengetahuannya yang semakin bertambah, Geovedi kemudian mendirikan C2PRO Consulting, perusahaan konsultan TI umum untuk lembaga pemerintahan pada tahun 2001. Selain C2PRO, pria kelahiran Bandar Lampung, 28 Juni 1979 ini pada tahun 2004 juga mendirikan dan mengoperasikan perusahaan konsultan keamanan TI Bellua Asia Pacific yang kemudian berubah nama menjadi Xynexis International.

Setelah itu pada tahun yang sama kemudian Geovedi juga mendirikan perusahaan jasa keamanan Noosc Global. Keahliannya yang semakin mumpuni ini kemudian membuat dirinya diminta menjadi pembicara di Kuala Lumpur tentang bahaya sistem tersebut bahkan ketika sistem telekomunikasi nirkabel baru masuk Indonesia tahun 2003.

Mampu Mengendalikan Satelit

Keahliannya semakin membuat dunia terpana saat Geovedi mampu meretas dan mengendalikan dua satelit Indonesia dan Cina milik para kliennya. Saat itu kliennya meminta dirinya untuk menguji sistem keamanan kontrol satelit dan melihat adanya kemungkinan untuk menggeser atau mengubah rotasinya.
Geovedi pun melakukannya dengan baik dan sempat menggeser orbit satelit Cina dan membuat kliennya panik karena agak sulit mengembalikan orbit suatu satelit. Namun dengan bahan bakar ekstra yang dimiliki, satelit tersebut akhirnya berhasil dikembalikan ke jalurnya. Untuk kasus satelit Indonesia sendiri, Geovedi mengaku hanya mengubah rotasinya saja.

Membantu KPU dalam Menemukan Pelaku Peretasan

Kehebatan Geovedi kemudian kembali mencuat saat dirinya diminta KPU untuk membantu mencari pelaku peretas dan pembobol data perhitungan suara pemilu 2004. Dengan segala keahlian yang dimilikinya, Geovedi akhirnya berhasil menemukan pelakunya yaitu Dani Firmansyah.
Saat ini Geovedi menetap di London dan sering diwawancarai tentang sistem keamanan satelit, keamanan perbankan, dan penegakan hukum. Media sering menyebutnya sebagai contoh orang-orang yang terkenal di industri IT dengan mengandalkan otaknya saja tanpa gelar akademik.

Dengan bakat dan kemampuan yang luar biasa ini memang selalu mendatangkan godaan untuk menggunakanya demi keuntungan pribadi. Untungnya Jim Geovedi adalah sosok yang tidak terlalu berambisi untuk menggunakan keahliannya buat hal-hal yang dapat memiliki keuntungan di bidang materi.
Ia menyatakan bahwa ia selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki sekarang. Bahkan dalam wawancara dengan Deutsche Welle, Geovedi mengatakan bahwa dengan kemampuannya, ia sebenarnya bisa mengendalikan jaringan internet di seluruh Indonesia, mengalihkan lalu lintas datanya, mengamati lalu lintas data yang keluar masuk, dan memodifikasi semua transaksi keuangan, namun ia tidak tertarik melakukannya.
By : Asep Irawan di situs maxmanroe
Read More